Bangun Harapan dan Semangat di Tengah Pandemi, UKM Kalacitra Gelar Pameran Virtual "Agrapana"

Kalacitra.com - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KMF Kalacitra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menggelar Pameran fotografi secara virtual yang bertajuk "Agrapana" pada 8-11 September 2021 lalu melalui platform Artsteps (https://www.artsteps.com/view/613775a4adc286c95ce781dd).

Pameran fotografi ini diikuti oleh 6 pameris yang berasal dari berbagai fakultas di kampus UIN Jakarta dengan jumlah sekitar 40 foto yang ditampilkan.

Pameran tahunan tersebut dibuka dengan sambutan oleh rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A.

“Walaupun dalam keadaan pandemi, kita sangat senang anak-anak mahasiswa tetap dapat menghadirkan karya-karya terbaiknya” Ujar Amany melalui aplikasi zoom pembukaan pameran, (8/9/2021).

Pameran fotogafi yang digelar selama 4 hari tersebut dikuratori oleh wartawan foto CNBC Indonesia, Muhammad Sabki, yang sekaligus pernah menjadi anggota UKM Kalacitra angkatan 8.

“Dalam pameran ini disajikan karya-karya fotografi yang memiliki masing-masing sub tema tentang perjuangan dan cara bertahan di masa Pandemi yaitu diberlakukannya aturan PPKM." Ungkap Sabki dalam sambutannya di Pameran Agrapana.

Sabki juga menambahkan bahwa Pameran ini merupakan proses yang mereka dapatkan kurang lebih selama setahun dari kegiatan pembelajaran fotografi di UKM Kalacitra.

“Agrapana” Sumber Kehidupan

Pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat tentang pandemi ini kian meningkat. Seiring dengan itu, rasa takut dan cemas timbul pada sebagian besar masyarakat. Mayoritas dari mereka merasa kesulitan karena beragam kebijakan pemerintah tentang pembatasan sosial untuk mengurangi kenaikan angka penularan COVID-19. Akibatnya, masyarakat terpaksa harus beradapatasi ditengah pandemi yang tak kunjung usai ini.


Dalam pameran ini menggambarkan Langkah demi langkah yang menemani perjuangan dalam menyusuri lembar kehidupan masyarakat, mulai dari kisah perjuangan siswa SD saat menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sulitnya jaringan internet; kisah tukang service hp yang terpaksa harus turun ke jalanan demi mendapat pelanggan; kisah manusia silver yang berjuang demi bertahan hidup; kisah para pekerja yang tetap harus menjalankan profesinya meski di tengah pandemi; kisah seorang anak yang terpaksa harus putus sekolah dan mengamen ondel-ondel demi menghidupi keluarga; serta kisah para petani cabe yang terdampak pandemi covid-19.


Ketua Pameran Agrapana, Muhammad Fauzan mengatakan fotografi bukan hanya sekedar visual sebuah peristiwa. Lebih dari itu, foto dapat menciptakan suatu rasa dan makna yang dalam. Mengajak setiap insan turut memaknai foto yang tersaji sebagai penerus sang pendahulu.


Berangkat dari segala keresahan yang dirasa selama pandemi tersebut, maka pameris mencetuskan Pameran Susur Foto bertemakan “AGRAPANA”. Nama “Agrapana” berasal dari bahasa India (Sansekerta) yang mempunyai makna sumber hidup yang utama, menceritakan duka dan perjuangan Indonesia dalam menghadapi Covid-19, tentang bagaimana masyarakat dapat beradaptasi untuk tetap memperjuangkan hal-hal yang menjadi sumber kehidupannya.

Penulis : Muhammad Zacky

Editor : Eliza Yunia R