Fotografi Landscape, Hobby Yang Menyegarkan Mata Dan Jiwa

KALACITRA.COM - Dari beberapa orang jika ditanya obyek fotografi apa yang pertama kita kenal, pastinya pemandangan menjadi sebagian besar jawabannya. Ya, foto pemandangan atau lebih dikenal sebagai foto landscape memang menjadi milik semua orang yang memiliki kamera. Semua orang yang pernah memotret pasti pernah memotret landscape. Tapi apakah memotret landscape itu sesuatu yang mudah ? Kali ini aku selaku penulis akan sedikit bercerita perjalanku menyelami dunia fotografi yang aku lakukan hingga saat ini statusku merupakan fotografer hobbies junior di klub fotografi.

Cerita awal tentang pertama kali mengenal fotografi dan kamera

Pada awal aku mengenal kamera ketika umur 8 tahun tepatnya kelas 2 SD, ketika itu yang teringat orang tuaku mengajak berfoto di studio foto didaerah Indramayu, Jawa Barat. Aku melihat sang fotografer, merupakan hal yang baru karena memegang kamera digital. Suatu keberuntungan pada saat itu karena aku lahir dari jaman yang sudah menggunakan kamera digital. Pada akhirnya saat kuliah aku memasuki dunia imaji menekuni hobbiku sampai saat ini, waktu itu orangtuaku tahu bahwa aku suka fotografi lalu aku dibelikan kamera sederhana oleh orang tuaku, setelah belajar sedikit aku minta dibelikan kamera yang lebih bagus, yah namanya juga anak-anak jadi ya dikasih. Aku belajar dari komunitas fotografi dikampus, pelan-pelan tapi diseriusi. Awalnya aku motret apa saja yang bisa dipotret, tapi lama kelamaan aku menyadari kalau saya lebih menyukai foto peristiwa/jurnalistik dan pictorial atau foto-foto yang indah-indah dan enak di mata.

Jadi Apakah Bisa Belajar Fotografi Secara Otodidak ?

Ya aku awalnya belajar hanya menggunakan media cetak majalah, dari buku, dari melihat foto orang lain. Aku tidak pernah ikut kursus tapi aku mendapat banyak ilmu dari klub fotografi UKM dikampusku. dan di luar kampus.

Seberapa pentingnya mengikuti Klub Fotografi ?

Menurutku itu peting karena merupakan pijakan awal saat aku mengenal dunia imaji dari ketidaktahuan tentang fotografi hingga bisa memotret itu moment paling apik. Di dalam klub fotografi juga tidak hanya diajarkan sebatas ilmu foto tetapi belajar berorganisasi, bertukar pengalaman, dan pastinya mendapatkan teman baru. Tidak hanya mengikuti klub fotografi saja untuk berproses banyak diluar sana yang mengadakan bincang karya fotografi, mentorship dll. Untuk teman-temanku yang lain mungkin beberapa opsiku bisa menjadi ajang kompetisi untuk belajar fotografi lebih dalam.

Bagaimana cara menentukan tempat favorit untuk memotret Landscape

Sebenarnya menurutku semua tempat punya keunggulan dan keunikan masing-masing,dari tempat yang biasa aku susuri daerah jakarta utara adalah hobbyku memotret landscape, selain daerah laut, kadang sawah, dan bebukitan yang agak tinggi tempatnya kita juga bisa memotret landscape.

Apa yang harus diperhatikan saat memotret landscape ?

Ada beberapa hal yang penting saat memotret landscape fotografi, yaitu dari segi pengetahuan basic fotografi/elemen visual ada angle, komposisi, lighting, selain itu kita juga harus mengenal kelebihan lokasi yang akan kita potret peka terhadap suasana dilapangan. Kebanyakan hampir semua foto landscape yang bagus diambil antara jam 5 sampai jam 9 pagi atau jam 4 sampai jam 7 malam. Karena dari segi pencahayaan memang itu golden momennya. Sinar matahari masih miring dan membentuk bayangan, dan bayangan itu bisa menjadi sesuatu yang menarik. Sayangnya golden momen itu bisa sangat cepat sekali. Baru ditinggal sebentar aja udah ketinggalan.

Bagaimana dengan hardwarenya?

Yang pasti harus punya lensa wide dan telefoto. Kalau bisa kalau untuk kamera digital harus punya lensa 10 sampai 11 milimeter.Biasanya aku membawa lensa medium 17-55mm dan tele 70-300mm untuk kebutuhan jarak jauh . Tetapi bisa juga kalau cuma punya lensa medium,kalau pakai lensa wide akan terasa bedanya kalau untuk motret landscape. Selain itu tripod. Tripod juga penting terutama kalau mau motret slow speed.

Adakah tips khusus di luar masalah teknis untuk motret landscape?

Untuk hal ini aku sarankan teman-teman setelah proses memotret ya, setelah kita lihat bagus dan kita jepret. Coba lihat sekali lagi, lihat apakah benar sudah bagus apa belum apakah sebagus kita lihat langsung ? Kalau sudah bagus, akau sarankan ulang dengan ketelitian, apa sudah pake RAW, apakah ISOnya sudah benar. Tapi kalau jelek, coba dipelajari apanya yang kurang? Apakah komposisinya? Kalau tidak berhasil menemukan salahnya, coba cari angle lain jangan diam di situ lagi ya teman-teman. Dan kenapa pakai RAW/NEF pada kamera ? Supaya gambar yang dihasilkan utuh dengan kualitas gambar terbaik, setelah itu kita bisa melalui tahap editing didevice masig-masing. Cukup sekian share pengalaman dan tips fotografi landscape dariku. Terimakasih Semoga Bermanfaat.

“Kuy motret” kalo nggak mulai motret nggak akan kemana-mana, karena nggak akan ada explorasi, dan nggak akan ada pembelajaran.”

“Bagus itu bisa dirasakan tapi tidak bisa didefinisikan. Kalau bisa didefinisikan suatu saat saya sakit saya tinggal kasih definisinya ke office boy dan saya suruh pilih foto untuk halaman satu aja.” - Arbain Rambey-

Cerita dan Foto : Ikhwan Fajar Ramadhan