3 Alasan Kenapa Kamu Harus Memotret dengan Format RAW

KALACITRA.COM - Ada banyak tips fotografi di luar sana, tapi kemungkinan tips tentang format gambar jarang dilihat. Tentunya, jika kalian memotret menggunakan kamera mirrorless, DSLR, atau bahkan smartphone, pasti pernah melihat format gambar RAW.

Dalam bahasa Inggris, RAW berarti “Mentah”. Raw meat berarti daging mentah. Lalu, dalam fotografi apa artinya? Banyak yang menduga kalau kata RAW itu sendiri merupakan singkatan dalam bahasa Inggris, tetapi kalau Anda menduga demikian, berarti Anda salah.

RAW dalam fotografi sama artinya dengan makna kata tersebut dalam bahasa Inggris, yaitu “MENTAH”. Ya, mentah. Tidak berbeda dengan arti raw pada contoh kalimat di atas.

Dalam berbagai kamera kode ekstensi file dapat berbeda bergantung pada merk kamera tersebut, berikut beberapa kode RAW di sejumlah merk ternama.

Coba lihat beberapa kode file RAW di bawah ini.

.ari (Arri_Alexa) .mrw (Minolta, Konica Minolta)
.arw .srf .sr2 (Sony) .nef .nrw (Nikon)
.bay (Casio) .orf (Olympus)
.cri (Cintel) .pef .ptx (Pentax)
.crw .cr2 (Canon) .pxn (Logitech)
.cap .iiq .eip (Phase_One) .R3D (RED Digital Cinema)
.dcs .dcr .drf .k25 .kdc (Kodak) .raf (Fuji)
.dng (Adobe) .raw .rw2 (Panasonic)
.erf (Epson) .raw .rwl .dng (Leica)
.fff (Imacon/Hasselblad raw) .rwz (Rawzor)
.mef (Mamiya) .srw (Samsung)
.mdc (Minolta, Agfa) .x3f (Sigma)

Mungkin selama ini kita seringkali memakai foto pake dengan format JPEG. Emang enak sih ga rumit harus ngedit dan ukuran filenya tidak terlalu besar.

Tapi itu justru kelemahan JPEG, karena hasilnya instant foto jadi susah di edit untuk menghasilkan hasil yang maksimal.

Nah, apa sih kelebihan format RAW dibanding JPEG? Lalu kapan kalian harus menggunakannya?

1. RAW lebih banyak data

Sebagai gambaran sederhana, format JPEG hanya memiliki data 8-bit yang mengandung 256 shades warna RGB atau total 16 juta. Sementara gambar format RAW menyimpan data 12-bit dengan informasi 4.096 shades RGB atau sekitar 68 miliar warna.

Ukuran data RAW ini tentu berbeda di tiap kamera. Ada kamera yang mendukung format RAW hingga 14-bit atau setara 4,3 triliun warna. Angka tersebut tentu jauh lebih besar dibandingkan angka yang dimiliki JPEG. Lalu apa arti angka itu?

Sederhananya begini, semakin besar jumlah data warna maka semakin mudah pula kamu mengedit gambar sesuai yang kamu mau.

Jika dianalogikan RAW adalah film negatif dalam bentuk digital. Sementara JPEG sudah melalui proses development. Jadi, JPEG sebenarnya adalah versi kompresi dari RAW.

2. Mengedit lebih mudah

RAW, sesuai namanya, bisa diibaratkan sebagai bahan baku untuk membuat masakan. Sementara mengedit gambar bisa dianalogikan dengan memasak.

Jadi, kalau kamu belum bisa memasak, ya beli saja bahannya dulu. Belajar masaknya kemudian.

Kenapa RAW penting? Jawabannya karena banyaknya data yang terkandung di dalamnya. Dengan data tersebut kamu bisa leluasa mengedit tanpa perlu khawatir mengorbankan kualitas foto. Dengan file RAW, kamu bisa mengubah eksposur, saturasi, warna, serta shadow dengan bantuan sejumlah aplikasi seperti photoshop, lightroom dsb.

Saat memotret mungkin foto yang kamu hasilkan terlalu underexposed. Dengan file RAW kamu bisa menaikkan shadow untuk menambah tingkat keterangan objek foto kamu. Sementara jika menggunakan JPEG, kamu juga bisa melakukannya, tetapi hasilnya foto akan timbul noise karena data pada JPEG sangat sedikit dan sudah terkompresi untuk digunakan saat mengedit.

Keleluasaan mengedit ini selain jadi keuntungan, juga bisa jadi kerugian bagi kamu. Untuk bisa dipakai file RAW harus melalui proses penyuntingan di aplikasi seperti Adobe Photoshop atau Lightroom. Nah, karena alasan ini kamu perlu mempertimbangkan kapan harus menggunakan RAW atau JPEG.

Kamu juga harus mempertimbangkan untuk memotret dengan RAW karena ukuran file-nya jauh lebih besar dibandingkan JPEG. Kalau file JPEG rata-rata hanya berukuran 5 MB, file RAW bisa mencapai 20MB bahkan lebih. Jadi, kamu memerlukan memory card berkapasitas besar untuk ini.

3. Kualitas dan kredibilitas terjaga

Keleluasaan penyuntingan yang ditawarkan format RAW membuat kamu bisa tetap menjaga kualitas gambar kamu. Tidak ada lagi pencahayaan under atau over atau bahkan warnanya meleset dengan format ini.

Hal penting yang perlu kamu pelajari selanjutnya adalah cara mengedit file RAW. Sebagai permulaan kamu bisa mengunduh preset yang banyak tersedia di internet. Temukan preset yang menurut kalian cocok foto yang telah diambil dan dari situ pelajari unsur apa saja yang kamu butuhkan untuk menghasilkan gambar ciamik.

Selain kualitas, file RAW juga bisa menjaga kredibilitas kamu. Bagaimana bisa?

Di zaman yang serba digital ini, plagiarisme adalah hal yang tak terelakkan. Jika kamu sudah menaruh gambar di internet, siap-siap saja gambar itu dicuri atau bahkan diakui oleh orang lain.

Jika sudah begini, hanya file RAW yang bisa menyelamatkan kamu. Tidak ada bukti yang lebih kuat bahwa kamu adalah sang pemilik foto selain file RAW tadi. Jadi, apakah sekarang kamu masih segan untuk memotret menggunakan format RAW?

Penulis : Merryta Suciana

Editor : Muhammad Zacky M