Faktor Yang Mempengaruhi Depth of Field

Setelah mengetahui apa itu Depth of Field, pasti ingin tahu apa saja yang mempengaruhinya!

Beberapa faktor yang mempengaruhi Depth Of Field adalah sebagai berikut :

1.    Focal length lensa.
“Semakin panjang focal length lensa, semakin sempit area DoF. Semakin pendek focal length lensa, semakin lebar area DoF”.
Menggunakan dua subjek foto yang diambil dengan pilihan aperture lensa yang sama namun dengan menggunakan focal length lensa yang berbeda akan memiliki luas DoF yang berbeda. Contoh Foto A diambil dengan pilihan aperture f/4 dan lensa 50 mm sedangkan Foto B diambil dengan pilihan aperture yang sama yaitu f/4 namun dengan lensa 200 mm. Maka pada Foto A area DoF akan lebih lebar dibandingkan dengan Foto B yang memiliki area DoF yang lebih sempit.

2.    Jarak antara subjek ke kamera.
”Semakin dekat jarak subjek ke kamera, semakin sempit area DoF. Semakin jauh jarak subjek ke kamera, semakin lebar area DoF”.
Dua subjek foto yang diambil menggunakan pilihan aperture dan focal length lensa yang sama namun dengan jarak antara subjek ke kamera yang berbeda akan memiliki luas DoF yang berbeda pula. Contoh Foto A diambil dengan pilihan aperture f/4, lensa 50 mm dengan jarak subjek ke kamera 100 cm. Sedangkan Foto B diambil dengan pilihan aperture yang sama yaitu f/4 dan lensa yang sama yaitu lensa 50 mm namun dengan jarak subjek ke kamera 50 cm. Maka pada Foto A area DoF akan lebih lebar  dibandingkan dengan area DoF pada Foto B yang lebih sempit.

3.    Besarnya sensor kamera.
“Apabila field of view berbeda (menggunakan lensa dengan focal length yang sama), maka semakin kecil ukuran sensor semakin sempit area DoF. Semakin besar ukuran sensor kamera, semakin lebar area DoF. Apabila field of view sama (menggunakan lensa dengan field of view yang sama), maka semakin kecil ukuran sensor semakin lebar area DoF. Semakin besar ukuran sensor kamera, semakin sempit area DoF”.
Dua subjek foto diambil dengan menggunakan pilihan aperture, focal length lensa dan jarak subjek ke kamera yang sama namun dengan ukuran sensor kamera yang berbeda akan menghasilkan luas area DoF yang berbeda. Contoh pada Foto A subjek difoto dengan pilihan aperture f/5.6, lensa 50 mm, jarak subjek ke kamera 100 cm dengan kamera Nikon D90 (sensor APS-C – kecil). Sedangkan pada Foto B subjek difoto dengan pilihan aperture, focal length lensa dan jarak subjek ke kamera yang sama namun dengan kamera Nikon D700 (full frame sensor – besar). Maka pada Foto A (kamera sensor kecil) area DoF lebih sempit ketimbang area DoF pada Foto B (kamera sensor besar) yang memiliki area DoF lebih lebar.

4.    Besar kecilnya aperture pada lensa
“Lensa dengan bukaan aperture besar (f-number kecil) akan menghasilkan area DoF yang lebih sempit dibandingkan dengan pilihan bukaan aperture yang lebih kecil (f-number besar)”.
Dan terakhir tentu saja faktor yang paling umum dikenal mempengaruhi luas area DoF yaitu pilihan aperture pada lensa. Dua buah foto diambil dengan menggunakan focal length, jarak subjek ke kamera dan ukuran sensor kamera yang sama. Foto A diambil dengan seting aperture pada f/2.8 sedangkan pada Foto B dengan pilihan aperture pada f/8. Maka area DoF pada Foto A akan lebih sempit dibandingkan dengan Foto B yang memiliki area DoF yang lebih lebar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>